Dekat dengan si buah hati di tempat kerja

“Meninggalkan si buah hati saat bekerja, terkadang menimbulkan kecemasan bagi ibu-ibu yang bekerja. Nah, kehadiran tempat penitipan anak bisa menjadi salah satu solusi bagi mereka”

Artha Wildan merupakan salah satu Taman Penitipan Anak (TPA) yang  ada di Jakarta.  TPA yang dikelola oleh Yayasan Artha Wildan Departemen Keuangan ini berlokasi di salah satu sudut Gedung Kantor Pusat Kementerian  Keuangan Jln. Lapangan Banteng Timur 2-4 Jakarta Pusat.

Tujuan awal pendirian TPA yang telah beroperasi sejak tanggal 15 April 2003 ini adalah membantu pengasuhan putra putri pegawai Departemen Keuangan yang  berusia 1 bulan sampai dengan 5 tahun selama orang tuanya bekerja.

Dengan  Akte Notaris Nomor 01, tanggal 2 Maret 2004, Artha Wildan resmi berdiri sebagai yayasan yang independen, duduk sebagai dewan Pembina antara lain Menteri Keuangan. Kemudian duduk sebagai dewan pengawas, antara lain Ketua Dharma Wanita Kementerian Keuangan.

Kegiatan setiap hari dapat dilihat sebagaimana berikut :

No Waktu Kegiatan
1 07.30-08.30 Tiba di TPA lalu dilakukan pemeriksaan umum
2 08.30-09.00 Kegiatan bebas di luar (berjemur bagi bayi)
3 09.00-09.30 Berdo’a dilanjutkan bernyanyi/bercerita (Kelas pagi)
4 09.30-10.30 Makan buah
5 10.30-11.30 Kegiatan belajar di dalam kelas
6 11.30-12.00 Makan dan minum
7 12.00-12.30 Membersihkan diri, ganti baju dan minum susu
8 12.30-14.30 Tidur siang
9 14.30-15.00 Mandi
10 15.00-15.30 Makan snack  dan minum susu
11 15.30-17.00 Kegiatan bersama atau bermain bebas menunggu dijemput

Pengurus yang mengatur operasional harian TPA Artha Wildan yang terdiri dari :

Ketua                 :  Isti’anah (pegawai pada Ditjen Perbendaharaan)

Sekretaris           :  Banon Indriyati (pegawai pada Setjen yang diperbantukan

di TPA Artha Wildan)

Bendahara          :  Nuraeni (Pegawai pada Ditjen Perbendaharaan)

Bidang Litbang   :  Moedji Sampurnanto (pegawai pada Ditjen Anggaran)

Semua pengurus tersebut merupakan pegawai Kementerian Keuangan yang tidak diberikan tunjangan/penghasilan dari TPA Artha Wildan (termasuk pendiri Yayasan Artha Wildan).

TPA Artha Wildan membagi siswa ke dalam 3 (tiga) cluster yaitu kelas bayi ( 1-12 bulan), kelas peralihan (12 bulan -18 bulan), dan kelas besar (di atas 18 bulan). Adapun pengasuhan dan pembelajaran dilaksanakan oleh 6 guru dengan dibantu 4 pramubakti.

Jika anda ingin tahu lebih banyak tentang kami, silakan datang mengunjungi kami atau menghubungi telp (021) 3449230 ext 3410.

 

Los Angeles, Punya banyak teman di sekolah pastinya akan sangat menyenangkan. Selain bisa bersosialisasi dan lebih aktif, punya banyak teman di sekolah ternyata bisa membuat nilai akademik anak meningkat, dengan kata lain anak akan semakin pintar. Read the rest of this entry »

 

Aktivitas, Fasilitas dan sarana penunjang kegiatan tpa artha wildan

Kamar Bayi

Ruang Tamu

Pemberian makan untuk bayi

d

d

d

 

Dewasa ini kebanyakan kita lebih suka membawa si kecil ke dokter jika ada gangguan, misalnya batuk, demam, panas dll. Sedikit-sedikit ke dokter, sedikit-sedikit ke dokter, ke dokter kok sedikit-dikit…gitu kata pak Isak di Democracy (acaranya Metro TV, senin malam) …he..he.he..he..

Tahukah anda, banyak sekali bahan tradisional yang  cukup mujarab (sekaligus aman) untuk meredakan berbagai gangguan atau penyakit si kecil. Bahkan  obat-obatan tradisional juga memiliki kelebihan lain lho, yaitu toksisitasnya relatif lebih rendah dibanding obat-obatan kimia. Jadi, relatif lebih aman, bahkan tidak ada efek samping bila penggunaannya benar.” demikian diungkapkan Dr. Adji Suranto, SpA dari Perhimpunan Dokter Indonesia Pengembang Kesehatan Tradisional Timur.

Batuk

1. Kencur

    Untuk meringankan batuk pada si kecil. Ambil 5 gram kencur segar dicuci bersih, parut, lalu tambahkan 2 sdm air putih matang dan diaduk. Setelah disaring, tambahkan 1 sdm madu murni. Berikan2-3 kali sehari

    2. Jeruk nipis

      Untuk mencairkan dahak dan obat batuk anak. Caranya, campur 1 sdm air perasan jeruk nipis, 3 sdm madu murni, 5 sdm air matang, lalu ditim selama 30 menit.

      Takaran :

      1. usia 6 bulan -1 tahun : 2 kali 1/2 sdt ;
      2. anak 1-3 tahun : 2 kali 1 sdt;
      3. anak 4-5 tahun : 2 kali 1 1/2 sdt.

      Cara lain, potong 1 buah jeruk nipis, peras airnya, taruh dalam gelas/cangkir. Tambahkan kecap manis, aduk. Takaran minum untuk anak, 3 kali 1 sdt per hari.

      3. Belimbing wuluh (belimbing asam, belimbing buluk)

        Caranya, kukus (dalam panci kecil tertutup selama beberapa jam) satu genggam (sekitar 11-12 gram) bunga belimbing wuluh segar, 5 butiradas, 1 sendok makan gula batu dan 1/2 gelas air. Saring dan minumkan 2-3 kali per hari dengan dosis sesuai usia anak.

        1. Olesi dada si kecil dengan obat gosok yang berbahan dasar konsentrat mint dan minyak kayu putih. Begitu panas, tumbuk bawang merah dengan minyak kayu putih, lalu oleskan ke sekujur badannya. Biasanya si kecil langsung berkeringat, dan panas badan pun turun. Aroma mentol dari mint dan minyak kayu putih memang mampu melonggarkan saluran pernapasan, disamping melegakan hidung tersumbat. Sementara itu, ada sejumlah zat dalam bawang merah yang memang berkhasiat menurunkan panas tubuh.
        2. Bisa juga tambahkan lima tetes minyak lavender, tea tree (bisa didapat dari produk body shop, misalnya) dan minyak kayu putih. Campur ke dalam satu sendok makan minyak sayur biasa, kemudian gosokkan pada dada si kecil. Dia akan rileks dan tidur nyenyak. Lavender punya kemampuan untuk membuat rileks, sedangkan minyak tea tree berfungsi sebagai antiseptik.
        3. Teh tetap oke, bahkan untuk bayi sekalipun. Didihkan teh peppermint serta biarkan si kecil menghirup uap yang membantu melonggarkan saluran pernapasan dalam jarak aman. Begitu teh sudah tidak terlalu panas, biarkan dia meminumnya. Takaran aman bayi adalah satu atau dua sendok makan. Bagaimana kalau batuk yang menggelitik tiba-tiba terjadi ketika anak baru mau tidur ? Coba praktikkan sentuhan yang menenangkan. Usap punggung anak dan nyanyikan lagu Nina Bobo…

        Panas

        Dosis yang penulis temukan untuk dewasa, berikut dosis yang dianjurkan untuk anak anak.

        Usia Dosis

        Bayi                       1/8 dosis dewasa

        2­-5 tahun              1/4 dosis dewasa

        6­-9 tahun              1/3 dosis dewasa

        10-13 tahun           1/2 dosis dewasa

        14-16 tahun          3/4 dosis dewasa

        1. Lempuyang Emprit (Zingiber amaricans)

        Memiliki kandungan senyawa minyak atsiri, yaitu sekuiterpenketon yang bermanfaat untuk menurunkan panas. Umumnya yang digunakan adalah rimpangnya; warnanya putih kekuningan dan rasanya pahit. Caranya: Cuci bersih 10 gram umbi lempuyang emprit. Parut dan tambahkan 1/2 gelas air panas, aduk rata. Setelah dingin, peras, ambil sarinya. Campur dengan 2 sendok makan (sdm) madu bunga kapuk, aduk rata. Berikan 3 kali sehari.

        2. Kunyit (Curcuma longa)

        Memiliki kandungan minyak atsiri, curcumin, turmeron dan zingiberen yang dapat bermanfaat sebagai antibakteri, antioksidan, dan antiinflamasi (anti-peradangan). Selain sebagai penurun panas, campuran ini juga dapat meningkatkan daya tahan tubuh. Umumnya yang digunakan adalah rimpangnya; warnanya oranye.

        Caranya: Cuci bersih 10 gram umbi kunyit. Parut dan tambahkan 1/2 gelas air panas, aduk rata. Setelah dingin, peras, ambil sarinya. Tambahkan dengan perasan 1/2 buah jeruk nipis. Campur dengan 2 sdm madu bunga kapuk, aduk rata. Bagi menjadi 3 bagian campuran madu dan kunyit ini, kemudian berikan 3 kali sehari.

        Selain itu kunyit bisa juga untuk obat diare.

        Caranya : 1/2 jari kunyit dan 3 lembar daun jambu biji muda segar             dihaluskan, campur dengan 1/2 cangkir air, lalu  diperas. Setelah disaring, diminumkan pada anak . Untuk kulit berjamur atau becak putih jamur/ruam popok karena  pemakaian diapers, parut kunyit lalu oleskan

        3. Sambiloto (Andrographis paniculata)

        Seluruh bagian tanamannya dapat digunakan. Memiliki kandungan andrografolid lactones (zat pahit), diterpene, glucosides dan flavonoid yang dapat menurunkan panas. Bahkan pada tahun 1991 pernah diadakan penelitian di Thailand bahwa 6 g sambiloto per hari sama efektifnya dengan parasetamol.

        Caranya: Rebus 10 gram daun sambiloto kering, 25 g umbi kunyit kering (2,5 ibu jari), dan 200 cc air. Rebus hingga mendidih dan airnya tinggal 100 cc, kemudian saring. Setelah hangat, tambahkan 100 cc madu bunga kapuk atau mahoni, aduk rata. Bagi menjadi 3 bagian, berikan 3 kali sehari.

        4. Pegagan (Centella asiatica L.)

        Tumbuhan yang dikenal pula dengan nama daun kaki kuda ini tumbuh merayap menutupi tanah. Daunnya berwarna hijau dan berbentuk seperti kipas ginjal. Memiliki kandungan triterpenoid, saponin, hydrocotyline, dan vellarine. Bermanfaat untuk menurunkan panas, revitalisasi tubuh dan pembuluh darah serta mampu memperkuat struktur jaringan tubuh. Pegagan juga bersifat menyejukkan atau mendinginkan, menambah tenaga dan menimbulkan selera makan.

        Caranya : Rebus 1 genggam pegagan segar dengan 2 gelas air hingga mendidih dan airnya tinggal 1 gelas. Bagi menjadi 3 bagian dan diminum 3 kali sehar

        5. Temulawak (Curcuma xanthorhiza Roxb.)

        Penampilan temulawak menyerupai temu putih, hanya warna bunga dan rimpangnya berbeda. Bunga temulawak berwarna putih kuning atau kuning muda, sedangkan temu putih berwarna putih dengan tepi merah. Rimpang temulawak berwarna jingga kecokelatan, sedangkan rimpang bagian dalam temu putih berwarna kuning muda.

        Temulawak memiliki zat aktif germacrene, xanthorrhizol, alpha betha curcumena, dan lain-lain. Manfaatnya sebagai antiinflamasi (antiperandangan), antibiotik, serta meningkatkan produksi dan sekresi empedu. Temulawak sejak dahulu banyak digunakan sebagai obat penurun panas, merangsang nafsu makan, mengobati sakit kuning, diare, mag, perut kembung dan pegal-pegal.

        Caranya : Cuci bersih 10 gram rimpang temulawak. Parut dan tambahkan 1/2 gelas air panas, aduk rata. Setelah dingin, peras, ambil sarinya. Campur dengan 2 sdm madu bunga kapuk, aduk rata. Bagi menjadi 3 campuran madu dan temulawak, kemudian berikan 3 kali seha

        6. Bawang merah (Allium cepa L.)

        Bawang merah sering digunakan sebagai bumbu dapur. Memiliki kandungan minyak atsiri, sikloaliin, metilaliin, kaemferol, kuersetin, dan floroglusin.

        Caranya: Kupas 5 butir bawang merah. Parut kasar dan tambahkan dengan minyak kelapa secukupnya, lalu balurkan ke ubun-ubun dan seluruh tubuh.

        7. Daun kembang sepatu (Hibiscus rosa sinensis)

        Selain daun kembang sepatu, Anda juga dapat memanfaatkan daun kapuk atau daun sirih. Kembang sepatu mengandung flavonoida, saponin dan polifenol. Daun kapuk mengandung flavonoida, saponin dan tanin. Daun sirih mengandung flavonoida, saponin, polifenol, dan minyak atsiri

        Caranya: Cuci bersih daunnya, keringkan dengan lap bersih, panaskan sebentar di atas api agar lemas. Remas-remas sehingga lemas, olesi dengan minyak kelapa, kompreskan pada perut dan kepala.

        8. Meniran (Phyllanthus niruri L.)

        Tinggi tanamannya mencapai 1 meter, tumbuh liar, daunnya berbentuk bulat tergolong daun majemuk bersirip genap. Seluruh bagian tanaman ini dapat digunakan. Memiliki kandungan lignan, flavonoid, alkaloid, triterpenoid, tanin, vitamin C, dan lain-lain. Bermanfaat untuk menurunkan panas dan meningkatkan daya tahan tubuh.

        Caranya: Rebus 1 genggam meniran segar dengan 2 gelas air hingga mendidih dan airnya tinggal 1 gelas. Bagi menjadi 3 bagian dan diminum 3 kali sehari.

        9. Air kelapa muda

        Air kelapa muda banyak mengandung mineral, antara lain kalium. Pada saat panas, tubuh akan mengeluarkan banyak keringat untuk menurunkan suhu tubuh. Nah, untuk menggantikan keringat yang keluar, perbanyaklah minum air kelapa. Air kelapa muda juga dapat digunakan untuk obat muntaber karena air kelapa muda banyak mengandung mineral kalium, yang banyak keluar  ketika anak muntaber. Dosisnya tak ada takarannya, sekendak anak.

        Sakit-sakit yang lainnya

        Bawang Merah

        Untuk menurunkan demam, parut bawang merah secukupnya, balurkan di tubuh  bayi/anak.Untuk borok, 3 siung bawang merah  dan 2 jari rimpang kunyit dicuci,diparut, lalu dicampur dengan 2 sendok       minyak kelapa baru.Hangatkan diatas api kecil  sambil diaduk.Setelah dingin, oleskan pada bagian tubuh yang sakit

        sebanyak 2 kali sehari.Untuk masuk angin, 8 siung  bawang merah, dicuci, tumbuk halus, campurdengan air kapur sirih secukupnya. Balurkan di punggung, leher, perut dan kaki..

        Jahe

        Untuk menghilangkan masuk angin, perut kembung dan kolik pada anak.Caranya, 1/4 sendok teh bubuk jahe kering  dilarutkan dalam 1/2 cangkir air panas. Berikan 1-2 kali per hari sesuai umurnya.

        Daun jambu Biji (jambu klutuk, jambu batu)

        Untuk diare, 3 lembar daun jambu biji muda dan segar dicuci bersih,tumbuk halus, beri 1/2 cangkir air matang hangat, diperas dan diambil airnya.Beri garam secukupnya sebelum diminumkan pada anak.Air perasan diberikan pada anak

        sekehendaknya.

        Mengkudu (pace)

        Untuk meringankan perut kembung pada bayi. Caranya, panaskan daun mengkudu diatas api beberapasaat, lalu olesi  minyak kelapa segar / yang baru. Tempelkan pada perut anak sewaktu hangat. Bisa diulang beberapa kali.

        Kemiri

        Berkhasiat menyuburkan rambut bayi. Caranya, minyak kemiri dioleskan pada kepala bayi/anak sambil dipijat perlahan  setiap malam. Pagi hari rambut disampo dan dibilas dengan air hangat hingga bersih. Minyak kemiri ini lebih baik yang

        sudah jadi.

        Brotowali (Putrawali, andawali)

        Untuk pemakaian luar bermanfaat menyembuhkan luka-luka dan gatal-gatal akibat kudis (scabies). Caranya, 2-3 jari  batang brotowali dipotong kecil-kecil, rebus dengan 6 gelas air. Setelah mendidih, biarkan selama 1/2 jam. Saring air dan gunakan untuk mengobati luka serta gatal-gatal.

        Kentang

        Untuk obat bisul. Caranya, parut kentang dan peras. Oleskan sari air dan  parutan kendtang segar dioleskan pada bisul 3- 4 kali per hari Bisa pula untuk ruam kulit yang disebabkan biang keringat atau keringat buntet (miliaria), karena sifat  kentang yang mendinginkan.

        Banglai (bangle, panglai, manglai, pandhiyang)

        Untuk menenangkan bayi dan anak yang sering rewel pada malam hari,balurkan parutan banglai segal di kening dan  badan anak.

        Minyak zaitun

        Untuk mengobati kerak kepala atau ketombe pada bayi (cradle crap),sebanyak 1-2 kali per hari dioleskan pada kulit  kepala.

        Lidah buaya

        Untuk mengobati luka bakar pada bayi dan anak. Caranya dengan mengoleskan daging daun lidah buaya pada seluruh permukaan kulit yang menderita luka bakar.

        Daun pepaya

        Berkhasiat meningkatkan nafsu makan, menyembuhkan penyakit malaria, panas,beri-beri dan kejang perut. Caranya, daun pepaya muda ditumbuk, diperas, saring, lalu minum airnya.

        Temulawak (koneng gede)

        Untuk menambah nafsu makan. Caranya, 150 gram temulawan 50 gram kunyit segar dikupas, iris tipis,rendam dalam 500 cc madu kapuk dalam toples tertutup selama 2 minggu.Setelah 2 minggu ramuan siap untuk digunakan.Aturan minum 1 sendok makan madu temulawak dilarutkan dalam 1/2 cangkir air hangat, diminum pagi dan sore.

        Adas (fennel)

        Teh adas dapat dipakai untuk meringankan bayi yang menderita kolik atau yang kesakitan akibat erupsi (keluarnya) gigi.  Untuk obat masuk angin dan kolik, caranya 1sdt teh adas dilarutkan dengan 1 cangkir air mendidih, aduk hingga larut.

        Setelah agak dingin, larutan dapat diminumkan pada bayi/anak dengan

        takaran sesuai umurnya.

        Disarikan dari berbagai sumber

         

        Setelah selesai kuliah/sekolah dan sibuk dengan rutinitas , sebagian besar kita merasa tidak ada lagi waktu dan kesempatan untuk mengasah kemampuan berpikir kita.

        Anda salah,  berikut ini cara mudah yang bisa membuat Anda semakin pintar.

        1. Bersantai. Menurut riset di Institut Teknologi Kalifornia, saat kita bersantai, memori otak kita bekerja dengan lebih baik. Sisihkan beberapa menit setiap harinya untuk menenangkan diri, bahkan bermeditasi.

        2. Buat rencana.  Riset menunjukkan orang yang sering membuat rencana dan menantikan acara di masa mendatang, punya risiko Alzheimer (penurunan fungsi syaraf otak)  50% lebih rendah.  Tidak usah acara yang muluk-muluk, cukup merencanakan acara yang fun dengan keluarga tiap minggu, misal sekedar bakar ikan bareng-bareng atau lainnya.

        3. Berjalan-jalan. Kadar glukosa yang meningkat, bahkan meski belum masuk level diabetes, bisa menganggu bagian otak yang menyimpan ingatan. Riset dari Universitas Columbia menganjurkan kita melakukan aktivitas fisik seperti berjalan-jalan yang bisa membantu menurunkan kadar gula darah. Tidak usah berjalan jauh, cukuplah menjauhkan parkir mobil/motor dari kantor, beli makan sendiri atau buah sendiri, tidak usah nyuruh ob, sudah cukup menyehatkan kita. atau jalan-jalan ke mall sebulan sekali dengan si kecil, woww…menyenangkan kan/

        4. Buah beri. Buah beri punya senyawa bernama antosianin yang membantu komunikasi antara sel otak dan meningkatkan daya ingat, ujar Robert Krikorian, PhD, profesor pskiatris dan ilmu neuron di Universitas Cincinnati.

        5. Belajar hal baru. Sebuah riset di universitas Irvine menemukan stimulasi otak mengurangi efek penuaan pikiran. Tidak usah pergi jauh, untuk hal ini. Cukup kita pelajari pola tingkah anak kita, kita cari cara pemecahannya lewat internet. Tiap anak pasti mempunyai perbedaan dalam berperilaku. Kita menemukan solusi mendidik anak kita, seklaigus kita tetep smart.

        Nah ayo para orang tua, dan calon orang tua, tunggu apa lagi. Jangan kita biarkan otak kita mati.

        Selamat mencoba.

        Disarikan dari yahoo dan ide-ide pribadi.

        Good luck

         

        Bersenam pagi

         

        Kualitas tidur yang baik memang banyak membawa manfaat, terlebih bagi anak-anak dan balita. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa anak yang selalu tidur teratur akan lebih pintar di sekolah.

        Ilmuwan SRI International, sebuah lembaga riset independen Amerika yang berbasis di California, menunjukkan bahwa anak-anak yang teratur tidur pada waktu yang sama setiap malamnya, akan lebih pintar secara akademis.

        Penelitian tersebut menemukan bahwa anak-anak yang memiliki waktu tidur teratur akan berprestasi di sekolah dalam bidang bahasa, membaca dan matematika, dibanding anak-anak yang tidak tidur teratur.

        Hasil studi yang disajikan dalam konferensi Associated Professional Sleep Societies ini, dilakukan terhadap 8.000 anak usia 4 tahun.

        “Anak yang diterapkan jadwal tidur rutin oleh orangtuanya, akan lebih mungkin memiliki dampak yang signifikan terhadap munculnya kemampuan aksara (membaca) dan keterampilan bahasa,” ujar Dr Erika Gaylor, seorang peneliti anak usia dini yang memimpin penelitian, seperti dilansir Telegraph, Selasa (8/6/2010).

        Temuan ini juga menemukan bahwa memiliki waktu tidur yang teratur adalah prediktor yang paling konsisten dari hasil perkembangan positif.

        Nilai untuk bahasa reseptif dan ekspresif, kesadaran fonologi, literasi dan kemampuan awal matematika lebih tinggi pada anak-anak yang orang tuanya dilaporkan memiliki aturan tentang jam berapa anak pergi ke tempat tidur.

        Dr Gaylor juga mengungkapkan bahwa banyak anak yang tidak mendapatkan jumlah waktu tidur yang cukup memiliki konsekuensi negatif untuk perkembangan dan prestasi di sekolah.

        Dia merekomendasikan bahwa orangtua harus menerapkan waktu tidur yang tepat untuk anak-anak, sehingga anak-anaknya bisa mendapatkan kualitas tidur juga perkembangan otak yang optimal. Orangtua juga harus berinteraksi rutin dengan anak sebelum mereka tidur, seperti membacakan buku cerita atau mendongeng. (Merry W) Sumber : http://health.detik.com/

         

        MAKNA SENTUHAN BAGI SEORANG ANAK.

        Pelukan dan ciuman mampu menghindarkan anak dari depresi, menjadikannya tidur nyenyak dan meningkatkan system kekebalan tubuh.

        Sangat penting bagi orang tua untuk mampu menciptakan ritual kasih sayang kepada anak. Hal tersebut perlu dilakukan supaya anak merasa bahwa dirinya adalah istimewa. Ia merasa bahwa dirinya layak dicintai, diperhatikan, dan disayangi oleh orangtuanya. Melakukan ritual kasih sayang tidak perlu menghabiskan banyak waktu. Yang paling penting dalam melakukan ritual kasih sayang ini kontinuitasnya. Ekspresi ritual kasih  sayang orang tua amat beragam, bisa lewat belaian dan dekapan, ciuman, kata-kata lembut, atau tatapan mata. Sayangnya, seiring dengan bertambahnya usia anak, disadari atau tidak, orangtua cenderung mengurangi frekuensi sentuhan yang merupakan bentuk kasih sayang itu. Padahal hal itu senantiasa dibutuhkan sang anak sepanjang hayatnya.

        Dr Harold Voth, senior psikiater di Kansas, Amerika Serikat melalui risetnya telah membuktikan bahwa pelukan dan ciuman mampu menghindarkan anaj dari depresi, meningkatkan kekebalan tubuh, awet muda, tidur lebih nyenyak, lebih sehat. Selain itu peluk dan cium juga membuat mood menjadi positif. Jika bayi atau anak-anak rewel atau sakit. Jangan biarkan mereka sendirian. Peluklah. Dengan memeluk, mereka akan merasa nyaman. Sehingga kekebalan tubuhnya lebih baik, dan kesehatan mereka pun akan jauh lebih baik.

        Anda sebagai orang tua pun mendapatkan efek baik dari terapi pelukan ini. Anda akan jauh lebih sehat, muda, terbebas dari depresi. Juga makin sering memeluk anak-anaknya. Seluruh bagian di kulit kita memiliki organ perasa. Dari ujung kaki hingga kepala adalah area yang sensitif bila disentuh. Bahkan ketika bayi masih di dalam kandungan walau dilindungi air ketuban, dia sangat menyukai sentuhan kasih sayang dari ke dua orang tuanya. Jika sering disentuh, bayi dalam kandungan akan tumbuh menjadi bayi yang sehat dengan pertumbuhan yang bagus. Selain itu secara psikis bayi akan tumbuh menjadi seorang yang penyayang. Anak-anak yang sering disentuh, dibelai dan dipeluk oleh orang tuanya juga akan tumbuh menjadi anak yang sehat. Mereka akan merasa nyaman dan memiliki kepercayaan diri. Pertumbuhan dan kesehatan pun lebih bagus dibanding dengan anak-anak yang jarang disentuh, dibelai dan dipeluk.

        Pelukan dapat menyembuhkan sakit fisik dan psikis. Sentuhan yang dihasilkan dari pelukan membantu mengurangi rasa sakit. Beberapa penyakit parah sering kali membuat penderitanya merasa frustasi, marah, tak mungkin penyakitnya bisa disembuhkan. Dengan pelukan, pasien yang frustasi ini merasa nyaman. Pelukan memberikan energi positif pada emosi pasien. Sehingga mengubah emosi negatifnya menjadi emosi positif. Apalagi bila pasien mendapatkan pelukan dari orang yang dicintainya

        3 TAHUN MENENTUKAN

        Bukan rahasia umum lagi bahwa sentuhan fisik atau skin to skin contact pada masa bayi memberi dampak yang amat menguntungkan bagi kecerdasan emosi dan kognitif individu. Itulah mengapa, sesaat setelah dilahirkan amat disarankan untuk langsung meletakkan bayi di dada ibunya sebelum dibersihkan. Kontak fisik ini diharapkan akan membentuk ikatan emosional dan kelekatan yang kuat antara ibu dan bayinya. Kelekatan inilah yang kelak akan menjadi landasan penting bagi perkembangan emosionalnya. Anak akan tumbuh menjadi individu dengan basic trust yang kuat. Basic trust inilah yang memungkinkannya menumbuhkan rasa aman dan nyaman sekaligus citra diri yang positif.

        Sebetulnya, arti sentuhan pun memiliki kualitas. Paling baik jika pelukan dan ciuman yang diberikan melibatkan semua indra seperti perabaan, penglihatan, dan pendengaran. Kalau semua fungsi indra tadi dirangsang secara maksimal, maka kemampuan kognitif dan emosi anak pun bisa berkembang optimal. Terutama pada tiga tahun pertama karena selama tenggang waktu inilah otak anak berkembang sedemikian pesat. Di dalam otaknya, saling terkait antara pusat-pusat emosi dan pusat perilaku. Inilah alasannya mengapa masa 3 tahun pertama kehidupan anak menjadi sedemikian berarti karena sentuhan juga menjadi dasar penting bagi perkembangan emosi anak di kemudian hari.

        Jika orangtua tidak menjalin keakraban dan kehangatan lewat rsentuhan, bisa dipastikan struktur dasar yang ada dalam otak anak pun akan membentuknya menjadi pribadi yang dingin, kaku, canggung dan sulit bergaul dengan orang lain. Kondisi seperti ini dapat berlanjut hingga anak memasuki masa dewasanya. Sekali lagi, rangsang emosi yang cukup di 3 tahun pertama kehidupan anak sebaiknya diberikan dalam bentuk kontak fisik yang berkualitas. Kesempatannya untuk merasakan sentuhan penuh kasih sayang orangtua lewat bermain dan bercanda yang melibatkan seluruh pancaindranya merupakan modal yang amat berarti bagi anak di tahun-tahun selanjutnya. Ia akan tumbuh menjadi pribadi hangat yang ramah, cepat menyesuaikan diri dengan orang lain, mampu mengendalikan diri dan memotivasi diri untuk berinteraksi dengan banyak orang. Kalaupun selewat usia 3 tahun intensitas sentuhan yang diterimanya relatif jauh berkurang, baginya itu bukanlah hambatan berarti. Ia tetap akan lebih terampil menjadi pribadi yang menyenangkan dibanding temannya yang kurang mendapat rangsang di 3 tahun pertamanya.

        JIKA ANAK KURANG MENDAPAT SENTUHAN

        Kurangnya sentuhan kasih sayang, terlebih di rentang 3 tahun pertama usia seorang anak akan berdampak merugikan baginya. Bukan mustahil anak akan tumbuh menjadi pribadi bermasalah di usia selanjutnya. Berikut sederet dampak merugikan itu:

        1. Anak kurang memiliki rasa percaya diri maupun kepercayaan pada orang lain. Kelak hal ini tentu saja akan menyulitkan dirinya dalam bersosialisasi dan bekerja sama.
        2. Kurang memiliki citra diri positif karena anak sering merasa tidak dibutuhkan dan tidak dihargai.
        3. Kepekaannya terhadap rasa gembira, rasa sayang, dan rasa simpati maupun empati jadi kurang terasah.
        4. Cenderung murung, sedih, dan kurang mampu bersikap akrab serta terbuka pada orang lain.
        5. Hubungan dengan orangtua jadi berjarak, kaku, dan tak hangat yang bisa terbawa terus sampai kelak anak dewasa.

        Bagaimana setelah 3 tahun?

        Bagaimanapun, basic trust yang telah terbentuk perlu terus-menerus mendapat pupuk berupa kedekatan atau interaksi akrab antara anak dengan orangtuanya seiring pertambahan usianya. Setelah 3 tahun pertama, bukan berarti selesai masa ritual kasih sayang ini. Kebiasaan baik memberi skin to skin contact dan eye to eye contact, membuat anak merasa lebih aman dan nyaman. Secara emosi, ini berarti membuat kondisi jiwanya tetap terpelihara dan sehat. Anak pun merasakan langsung bahwa kehadirannya diharapkan, disayangi, sekaligus diperhatikan oleh orangtuanya. Secara emosi, ia akan tumbuh menjadi pribadi yang stabil, mantap, dan penuh percaya diri.

        Tak hanya itu. Sentuhan penuh kasih sayang yang diberikan orangtua juga akan berdampak secara kognitif pada anak. Bukankah lazimnya sambil memeluk dan membelai kepala anak, orangtua dapat memberi masukan mengenai hal-hal baik yang perlu dilakukan olehnya? Nah, masukan-masukan dalam situasi positif semacam itu akan lebih mudah diproses dalam pikirannya. Memorinya akan mengingat-ingat nasihat tersebut ditambah dengan sentuhan lembut penuh kasih sayang yang membuatnya merasa disayang dan diperhatikan. Nah, jelas kan, betapa dalamnya arti sentuhan ayah dan ibu sebagai sahabat bagi si buah hati. Contoh : Si kecil mainkan air minum dan membuangnya di lantai, sehingga lantai jadi licin dan kotor. Gandeng dia, beri pelukan dan ciuman, sambil membelai kepalanya berilah dia nasehat bahwa membuang air itu menyebabkan..bla..bla…bla… Dengan metode ini bisa dipastikan si kecil akan senantiasa mengingat nasehat kita dan tidak akan mengulang perbuatannya lagi.

        Namun ada beberapa factor yang biasanya menyebabkan ritual kasih sayang ini jadi berkurang:

        * Faktor budaya

        Dalam budaya Timur, sentuhan kasih sayang orangtua pada anak berupa peluk dan cium memang kurang lazim dilakukan. Hal ini bertolak belakang dengan budaya Barat yang memberi ruang bagi ekspresi kasih sayang berupa peluk dan cium di antara sesama anggota keluarga ataupun kerabat dekat lainnya. Ada pula anggapan dalam budaya Timur bahwa memperlakukan anak dengan sering mencium dan memeluk akan menempanya menjadi pribadi yang manja selain mengurangi wibawa orangtua di mata anak. Tentu saja anggapan ini tidak tepat dan perlu diluruskan.

        * Faktor orangtua

        Ada orangtua yang memang tidak bisa mengekspresikan rasa sayangnya dengan cara memeluk, membelai, dan mencium buah hatinya. Bukan karena tak sayang, tapi mungkin karena seperti itu jugalah lingkungan tempat ia dulu dibesarkan. Bisa juga karena sikapnya yang kurang terbuka dan hangat, hingga terkesan kaku dan serbacanggung. Tidak mustahil pula gara-gara kesibukannya yang luar biasa padat, orangtua jadi tak pernah punya waktu untuk mengekspresikan kasih sayangnya.

        * Faktor anak

        Anak mungkin merasa jengah dipeluk dan dicium orangtua, apalagi di depan teman-temannya. Ia amat khawatir dianggap “aneh” atau diolok-olok sebagai “anak mami” jika diperlakukan demikian. Jujur saja, sangat mungkin ia merasa risih dan bertanya-tanya, “Aku kan bukan bayi lagi, kok masih dipeluk-peluk dan dicium-cium begini sih?” Bisa juga karena gerak motorik kasar anak semakin matang, sehingga ia bisa bebas berlari ke sana kemari melakukan berbagai aktivitasnya. Kalau sudah begini otomatis kontak fisik antara orangtua dengan anak memang jadi berkurang.

        Dari uraian di atas, dapat kita simpulkan bahwa melakukan upacara yang menyenangkan dan penuh kasih sayang adalah penting dilakukan secara berulang. Sebab, dengan pengulangan maka akan memudahkan anak untuk mengenang masa indah tersebut. Ritual kasih sayang yang sering diterima anak akan mampu menciptakan kenangan khusus dan memberikan rasa aman sangat besar kepada anak selama hidupnya (John Gray, Ph.D, 2004).

        ‘Bunda sayang kamu, Nak….’. Ritual kasih sayang dalam ucapan atau pun perbuatan orangtua yang berulang mencerminkan bukti atau pengakuan bahwa cinta orangtua selalu hadir untuknya selamanya.

        TIP BAGI ORANGTUA

        1. Jangan memaksa jika anak memang menunjukkan sikap enggan dibelai-belai, dipeluk, dicium dan sebagainya. Untuk sementara, biarkan saja.
        2. Ciptakan kesempatan untuk bermain, bepergian, atau melakukan aktivitas sehari-hari bersama.
        3. Lakukan semua aktivitas bersama anak dengan penuh kegembiraan.
        4. Hindari kontak yang sifatnya negatif seperti meremehkan, mengancam, memarahi, menghukum, menyakiti, dan sebagainya.
        5. Ajaklah selalu anak bicara. Lakukan eye to eye contact saat bicara ataupun melakukan kegiatan lainnya.
         

        Orang tua mempunyai peran yang sangat besar dalam mendidik anak, terutama pada saat anak-anak usia dibawah lima tahun. Pendidikan dini usia, itulah yang sekarang kita kenal,  sangat menentukan bagaimana perkembangan anak setelah dewasa. Orang tua adalah contoh terbaik bagi anak-anaknya. Bagaimana kita sebagai orang tua bersikap, itulah yang akan anak lakukan di kemudian hari. Anak-anak usia dibawah lima tahun mempunyai rasa ingin tahu dan semangat belajar yang sangat tinggi.  Di usia ini pula proses percontohan berjalan dengan cepat dan melekat hingga dewasa.

        Daya ingat anak usia ini juga sangat tajam dan sebagai orang tua sudah layaknya memberikan contoh dalam kehidupan sehari-hari pada kegiatan-kegiatan yang positif. Banyak dari kita yang tidak menyadari ini, karena memang hasil pendidikan dan percontohan ini tidak terlihat dalam waktu dekat. Kita baru sadar setelah berapa tahun kemudian anak melakukan hal-hal apa yang kita lakukan dulu. Sebagai contoh kecil, karena sambil menggendong bayi, kita menutup kulkas dengan kaki. Suatu hari ketika bayi yang kita gendong  sudah bisa berjalan, dia melakukan hal yang sama yang kita lakukan waktu dia bayi, yaitu menutup pintu kulkas dengan kaki.

        Berikut tip-tips mendidik  anak usia dini:

        1. Berikan contoh dengan mengajaknya ikut serta pada kegiatan sehari-hari yang positif.  Membersihkan rumah, membaca buku, koran, majalah, menulis, memcuci kendaraan dll.
        2. Berikan contoh untuk mentaati waktu, Kenalkan waktu siang dan malam. Siang ada waktu   bermain, waktu belajar dan waktu tidur dan ada waktu ibadah. Biasanya anak dibawah lima tahun memerlukan waktu tidur lebih banyak dibandingkan dengan orang dewasa.Sehingga sebagai orang tua terutama Ibu harus bisa mengajarkan waktu-waktu kapan harus bermain dan kapan harus beristirahat. Hal ini dilakukan untuk kesehatan anak itu sendiri.
        3. Menghindarkan anak-anak dari hal-hal yang bersifat buruk:
        • Bertengkar didepan anak-anak, karena dengan bertengkar didepan anak-anak secara otomatis akan memberikan contoh kekerasan dalam keluarga didepan anak, sehingga bisa menimbulkan trauma psikis pada si anak itu sendiri.
        • Membiarkan anak tidak disiplin, kadang didikan keras bisa membuat disiplin pada sianak,dengan dimanja anak tidak bisa mandiri dan bertanggung jawab.
        • Memukul anak secara langsung didepan anak-anak yang lain, akan mengakibatkan hilangnya rasa kepercayaan diri si anak.
        • Bila Ayah sedang keras pada anak, dalam arti tujuan mendidik si ibu tidak boleh membela si anak, sebab bila dibela si anak tidak akan jera bila melakukan kesalahan.
        • Sebaliknya bila Si Ibu sedang keras pada anak dalam arti mendidik,Sang ayah pun tidak boleh membela kesalahan pada anak,. Sehingga terjalin kerjasama mendidik anak yang baik dan seimbang.
        • Jangan berikan tontonan baik berupa film-film kekerasan atau Sinotron drama yang bersifat cengeng dan mendramatisi, untuk menghindari anak dari sifat-sifat yang kurang baik dari dampak yang ditontonya.
        1. Sediakan bukan sisakan waktu bersama Anak-anak. Ditengah-tengah kesibukan sebagai orang tua  sediakan waktu untuk bermain bersama anak-anak,sehingga timbul rasa kasih sayang sekaligus pembelajaran pada anak.

        Wallahu’alam.

         

        Kalender 2010

        September 2010
        M T W T F S S
        « Jul    
         12345
        6789101112
        13141516171819
        20212223242526
        27282930  

        related info

        Pages

        Blog Roll